Sunday, April 1, 2007

Malam Semakin Larut

malam smakin larut,
getir bercampur bersama ingin,
hadir dr penyebrangan terakhir,
tak kuasa rapatkan dermaga,
hanya bisa terbakar oleh fana & duka,
kini jelaga milikku.

kefanaan terkdang kita pelihara dalam tertahannya air mata, hampa mata merangkum isyarat yg belum jua tertulis, hanya hujan turun mngganti air mata menitik bumi. Innalillahi.

25/11/06

No comments: